by

4 C sebagai Dasar Membangun Tim HEBAT

NgapakUY – Mari kita mulai dari tahap awal, bagaimana merekrut tim yang baik? Dalam mengembangkan startup, tim merupakan elemen kedua yang perlu kita bangun setelah kita memfinalisasi ide atau masalah yang ingin kita pecahkan. Oleh karena itu, kriteria pertama dalam mencari tim adalah kompetensi atau kemampuan (competency).

Apabila kita tidak familiar dengan bidang tim yang ingin kita rekrut, maka langkah pertama adalah mencari tahu KPI atau kriteria kesuksesan di dalam bidang tersebut. Carilah kenalan di bidang tersebut untuk mengetahui hal-hal di atas dan bagaimana menggali apakah kandidat yang kita wawancara memenuhi kriteria tersebut.

Ketika wawancara, alangkah baik apabila kita memiliki masalah yang nyata (entah yang benar-benar dihadapi oleh startup kita sendiri atau kasus di perusahaan lain yang kita ketahui) untuk kemudian kita diskusikan bersama dengan kandidat. Masalah nyata dan bukan perumpamaan ini agar hal tersebut dapat kita bahas secara detail. Misalnya, ketika kandidat menyampaikan solusi lalu kita mengetahui bahwa solusi tersebut pernah kita lakukan dan ternyata tidak berhasil, kita dapat menggali reaksi dari si kandidat.

Sebagai salah satu pertanyaan penutup ketika wawancara, kita dapat bertanya tentang rencana si kandidat dalam satu atau tiga bulan pertama apabila diterima di startup kita. Mintalah rencana detail, bukan sekadar hal-hal umum seperti mempelajari culture perusahaan dan membuat roadmap.

Selain kompetensi, apa lagi yang perlu kita perhatikan dari kandidat? Salah satu pendekatan yang saya sukai adalah 4C, yakni:

1. Competency; sudah saya bahas di atas.

2. Character; apakah kandidat memiliki karakter yang kita anggap penting, seperti memiliki integritas yang baik, dapat bekerja dalam tim, dan lain-lain.

3. Chemistry; apakah kandidat memiliki kecocokan dengan tim yang akan bekerja langsung dengan kandidat tersebut.

4. Culture; apakah kandidat memiliki kecocokan dengan budaya atau cara kerja startup kita.

Dengan demikian, sebelum kita mewawancarai kandidat, kita perlu memastikan terlebih dahulu culture seperti apa yang kita ingin bangun. Setelah itu, kita dapat mengidentifikasi karakter dan sifat seperti apa yang kita harapkan ada dari kandidat — termasuk apabila kandidat yang kita cari adalah top management. Bahkan, untuk kandidat level tinggi, kita perlu lebih selektif dalam memilih karena mereka akan menjadi ambassador yang kita harapkan akan membantu kita mensosialisasikan dan memberi contoh akan implementasi culture startup kita kepada karyawan.

Di atas saya membahas bagaimana memilih kandidat yang baik untuk menjadi tim kita. Bagaimana jika sedikit sekali atau bahkan tidak ada kandidat yang kita temukan? Hal ini tidak jarang terjadi khususnya apabila startup kita belum berukuran besar. Apalagi jika kita ingin merekrut bidang yang hot seperti data scientist, AI engineer, dan sebagainya, kita akan bersaing dengan banyak startup yang lebih besar atau perusahaan dari industri lain yang ingin merambah dunia digital.

Yang pertama perlu kita siapkan adalah benefit yang kompetitif. Benefit ini tidak harus sepenuhnya berupa cash. Kita dapat menawarkan gabungan antara uang tunai dan kepemilikan saham. Katakanlah untuk suatu posisi, remunerasi yang kompetitif adalah 25 juta rupiah sebulan. Kita dapat menawarkan benefit berupa uang tunai 15–20 juta rupiah dan kepemilikan saham senilai 5–10 juta rupiah.

Nah, di sini berarti kita juga harus menjual visi startup kita kepada kandidat karena mereka tidak akan tertarik untuk memiliki saham di startup kita apabila mereka tidak percaya akan tujuan startup kita. Kandidat tersebut harus yakin bahwa nilai kepemilikan saham yang saat ini sebesar 5–10 juta rupiah per bulan akan berharga puluhan bahkan ratusan juta rupiah kelak.

Selanjutnya, yang perlu kita siapkan adalah ownership. Selain melalui kepemilikan saham, yang dapat kita tawarkan kepada kandidat adalah bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada mereka untuk menjalankan bidang yang menjadi tanggungjawab kandidat kelak dengan cara mereka sendiri.

Hal ini dapat dijalankan dengan menerapkan konsep business driver yang saya singgung di artikel sebelum ini. Melalui hal ini, kita tidak perlu memberikan arahan detail setiap hari kepada si kandidat. Kita cukup memberikan arahan atau KPI, lalu selanjutnya si kandidat dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan cara yang ia suka. Si kandidat akan menjadi mini CEO di bidang tersebut yang dapat dianalogikan sebagai startup within startup.

Bagaimana dengan kandidat dari kalangan milenial atau generasi Z? Kedua hal di atas menurut saya juga sangat sesuai dengan mereka. Milenial dan generasi Z memiliki beberapa karakteristik, di antaranya memiliki keinginan aktualisasi diri yang tinggi. Efek media sosial juga menjadikan mereka membandingkan pencapaian diri mereka dengan teman-teman mereka.

Oleh karena itu, hal yang penting bagi milenial dan generasi Z untuk mencari pekerjaan yang memberikan benefit yang kompetitif namun juga memberikan sense of achievement yang besar — pekerjaan yang dapat membuat mereka membanggakan hal tersebut kepada network dan follower mereka.

Membangun tim barangkali merupakan salah satu hal paling menantang di dalam mengembangkan startup. Hal ini karena setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Sehingga, memiliki 100 orang tim dapat diibaratkan berinteraksi dengan 100 karakteristik yang berbeda — yang berpotensi melahirkan 100 masalah yang berbeda.

Namun, apabila kita melihat dari sisi yang lain, hal ini dapat juga berarti kita memiliki kesempatan untuk mempelajari 100 hal sekaligus potensi berbeda dalam mengembangkan solusi di dalam startup kita. Apabila kita dapat memanfaatkan hal ini dengan baik, wisdom of the crowd ini akan membantu startup kita untuk melangkah lebih jauh lagi. Sumber : https://medium.com/@fajrinrasyid/membangun-tim-yang-tepat-bagi-startup-19631f1a86b5

Disisi lain terkait Team Building Company

THE 4 C’S OF COMPANY TEAM BUILDING

Promoting company team building is a priority for many companies. Teamwork leads to increased productivity and better customer service.company team building is a priority for many companies. Teamwork leads to increased productivity and better customer service.
To efficiently promote teamwork, team leaders need a clear picture of the various elements that build a high performing team before embarking on a company team building event.

Four of the most important elements are:

  • Commitment
  • Contribution
  • Communication
  • Co-operation

Commitment – is the basis for co-operation in teams; when individuals are able to put aside personal wants for the benefit of the team or the company, objectives are reached with the company priorities in mind. Team ground rules are set with respect for both company and individual beliefs. To boost team commitment leaders should asking each work team to develop team mission, vision, and values declaration that is in agreement with those of the company but also reflects the originality of each team.

Contribution – an effective team is in direct proportion to the talents the team members possess. Teams also need leaders to take responsibility for getting things done, but if only a few team members do most of the work, the team runs the risk of member indifference. Team leaders need to keep the team members informed and ask for their input, this will promote the team individuals to feel more like part of the team leading to more team member contribution.

Communication – for a team to reach its full potential, members must be able to say what they think, ask for help and share ideas. Friendly communications are more likely when team members know and respect one another. Show interest by asking about each other’s lives outside of work, respect individual differences and make all individuals feel welcome. Open communication is important to a team’s success.

Co-operation – most activities in the workplace today depend upon the degree of interdependence within the team. Team members must trust that when a colleague agrees to take on a task, the job will be done. Team members must be made aware that, as part of a team, everything that they do will impact on someone else.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed