by

Sensasi Berendam di Kolam Pemandian di Tengah Sawah di Desa Melung Banyumas

Banyumas – Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas mengusung konsep wisata unik dengan memanfaatkan sawah terasering milik desa. Lanskap kolam pemandian berlokasi diapit teras-teras sawah dengan pemandangan bukit menjulang di bawah kolong langit biru.

Latar belakang dibangunnya kolam pemandian unik ini, melayangkan kenangan anak-anak desa yang bermain air, berenang, di tengah hijau persawahan. Pengembangan kolam pemandian ini sebagai daya tarik utama wisata Pagubukan Melung sepenuhnya memakai dana desa.

Lahan yang dimanfaatkan kurang lebih setengah hektare untuk akses jalan, gubuk-gubuk, taman bunga dan kolam renang. Konsep wisata alam ini mulai dibangun bertahap berawal pada tahun 2016 silam.

Ketua Bumdes Melung, Kartim mengatakan ide kolam pemandian di tengah sawah baru muncul kemudian di awal tahun 2019. Saat itu, sejumlah pengelola Pagubukan Melung ingin membuat wisata alam yang berbeda dengan desa wisata lain. Terkenang masa kanak-kanak yang bahagia bermain air di tengah sawah muncullah ide membangun kolam pemandian.

“Jadi sembari berenang, bisa menikmati petani yang tengah menanam, merawat atau memanen padi,” kata Kartim pada Merdeka.com, Jum’at (12/4).

Keberadaan kolam pemandian yang mulai beroperasi pada Januari 2019 lalu diamati Kartim meningkatkan jumlah pengunjung ke Pagubukan Melung. Bila sebelumnya dalam sehari maksimal datang 50 pengunjung, saat ini kunjungan perhari rata-rata 150 orang. Kebanyakan pengunjung adalah anak-anak muda dari perkotaan purwokerto.

“Alhamdulillah semakin banyak pengunjung yang datang. Saran saya, waktu terbaik untuk mengunjungi Pagubugan melung saat pagi hari atau sore hari di atas jam 15.00,” ujarnya.

Ke depannya, Pagubugan Melung juga direncanakan bakal jadi wisata alam yang mengusung edukasi pertanian. Sasarannya keluarga, di mana orang tua dapat mendampingi anaknya untuk mengenal dan belajar mengolah sawah.

Ketua Unit Wisata Pagubugan Melung, Marsono menambahkan mengunjungi Pagubugan Melung pengunjung juga dapat menikmati sejumlah wahana selain kolam pemandian yakni Grujugan Bengkok, Watu Jodoh dan Jembatan Manggis. Jam operasional Pagubugan Melung dibuka mulai jam 08.00 sampai 18.30. Untuk saat ini tiket masuk Rp 5000.

“Kalau hari libur bisa sampai 500 pengunjung. Tiket Rp 5000 sudah untuk semua wahana,” kata Marsono.

(Sumber: merdeka.com)

(Krisna Ajie Prasetyo/H1D017050)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed