by

Mengenal Lebih Dekat Kesenian Lengger dan Begalan Yang Menjadi Warisan Budaya Nasional Tak Benda Asal Banyumas

Kesenian Lengger dan Begalan merupakan kesenian tradisional yang menjadi  identitas budaya Banyumas yang memiliki nilai keunikan dan tradisi yang masih hidup.

Kesenian ini ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan diumumkan secara resmi pada September 2018.

Untuk mengetahui bagaimana 2 kesenian ini terpilih sebagai warisan budaya tak benda secara lengkap silahkan baca di suaramerdeka.com

Para pelaku seni untuk begalan dan lengger perlu dilestarikan dan dikembangkan lebih lanjut. Dan kita sebagai warga negara Indonesia perlu untuk mengenali kebudayaan dari negeri kita tercinta ini. Berikut adalah deskripsi mengenai 2 kesenian tersebut:

1. Lengger

Kesenian tradisional lengger tumbuh dan berkembang di wilayah Banyumas. Kesenian ini merupakan kesenian yang berupa tarian, biasanya kesenian ini juga disebut Lengger-Calung. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. Gerakan khas tarian lengger antara lain geyol, gedheg, dan lempar sampur.

Dahulu, penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita, tetapi kini umumnya ditarikan oleh wanita cantik, sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana. Badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan.

Video Kesenian Tari Lengger
(sumber:youtube/sriwisnu dance gamelan wayang)

Jumlah penari lengger antara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut disanggul, leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur atau selendang biasanya dikalungkan dibahu, mengenakan kain/jarit dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan.

Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam). Yang tidak terbuat dari bambu hanyalah gendang, seperti gendang pada umumnya. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota, terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger.

2. Begalan

Tradisi Begalan
(sumber:antarafoto.com/peristiwa/v1230527129/tradisi-begalan)

Begalan adalah jenis kesenian yang biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara perkawinan yaitu saat calon pengantin pria beserta rombongannya memasuki pelataran rumah pengantin wanita. Disebut begalan karena atraksi ini mirip perampokan yang dalam bahasa Jawa disebut begal. Yang menarik adalah dialog-dialog antara yang dibegal dengan sipembegal biasanya berisi kritikan dan petuah bagi calon pengantin dan disampaikan dengan gaya yang jenaka penuh humor.

Upacara ini diadakan apabila mempelai laki-laki merupakan putra sulung. Begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending. Sebagai layaknya tari klasik, gerak tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu yang penting gerak tarinya selaras dengan irama gending. Jumlah penari 2 orang, seorang bertindak sebagai pembawa barang-barang (peralatan dapur), seorang lagi bertindak sebagai pembegal/perampok.

Barang-barang yang dibawa antara lain ilir, ian, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, sorokan, centhong, siwur, irus, kendhil dan wangkring. Barang bawaan ini biasa disebut brenong kepang. Pembegal biasanya membawa pedang kayu. Kostum pemain cukup sederhana, umumnya mereka mengenakan busana Jawa.

Dialog yang disampaikan kedua pemain berupa bahasa lambang yang diterjemahkan dari nama-nama jenis barang yang dibawa, contohnya :

  • Ilir yaitu kipas anyaman bambu diartikan sebagai peringatan bagi suami-isteri untuk membedakan baik buruk.
  • Centhing, tempat nasi artinya bahwa hidup itu memerlukan wadah yang memiliki tatanan tertentu jadi tidak boleh berbuat semau-maunya sendiri.
  • Kukusan adalah alat memasak atau menanak nasi, ini melambangkan bahwa setelah berumah tangga cara berpikirnya harus masak/matang.

Selain menikmati kebolehan atraksi tari begalan dan irama gending, penonton juga disuguhi dialog-dialog menarik yang penuh humor. Biasanya usai pertunjukan, barang-barang yang dipikul diperebutkan para penonton. Sayangnya pertunjukan begalan ini tidak boleh dipentaskan terlalu lama karena masih termasuk dalam rangkaian panjang upacara pengantin.

Demikian artikel mengenai kesenian lengger dan begalan sebagai warisan budaya tak benda yang berasal dari Banyumas ini. Dengan mengenali budaya Indonesia, diharapkan bisa menimbulkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Semoga bermanfaat.

Hargai dan Cintai Budaya Kita, Lestarikan Budaya Indonesia

Sumber:

[Sri Rahayu / H1D015057]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed