by

Kraca, Kuliner Khas yang Diburu Warga Banyumas

NGAPAKUY.COM,Purbalingga – Kraca merupakan kuliner khas Banyumas yang dicari saat bulan Ramadhan. Seluruh masyarakat Banyumas segera menyerbu kuliner ini seakan kraca adalah menu wajib saat buka puasa. Namun, sekarang diluar bulan Ramadhan kraca dapat kita jumpai diberbagai tempat di Banyumas.

“Khasnya bulan puasa itu ya makan kraca mas, kalau tidak ada kraca itu kayaknya tidak lengkap,” kata Aryo seorang pembeli kraca kepada detikcom, yang ditulis Rabu (31/5/2017).

Salah satu tempat yang menjadi awal dari popularitas kraca ini yaitu tempat milik ibu Khamlani di Jalan Kauman Lama, Kecamatan Purwokerto Timur. Tempat ini pula dikenal sebagai pusat penjualan kraca, meskipun terdapat tempat lain yang berjualan kraca. Ibu Khamlani sudah berjualan kraca sejak tahun 1955. Berawal hanya berjualan saat bulan puasa, usaha Khamlani mulai disukai oleh warga luar Banyumas yang meminta agar buka setiap hari.

Foto: Kraca, Kuliner Khas Banyumas yang diburu warga. Sumber: detikcom.

“Saya merintis dari tahun 1995, awalnya di bulan puasa menjadi tradisi karena makanan khas di Banyumas, saat itu kita hanya jual keong setiap bulan puasa tapi lama-lama makin ramai yang beli tidak hanya orang Banyumas, tapi orang luar kota datang dan pada ingin dicoba. Mereka penasaran cari ke sini dan coba masakan keong kayak apa,” kata Ibu Khamlani.

Melunjaknya pembeli membuat kebutuhan keong dari 25 kilogram di hari biasa menjadi 150 kilogram saat bulan puasa. Besarnya jumlah kebutuhan ini tidak menjadikan jangka waktu penjualan menjadi lama pula, kraca akan diserbu pembeli hanya dalam waktu 3 jam.

“Kebutuhan bulan Ramadan 150 kilogram per hari dan habis dalam 2-3 jam, nanti jam 4 sore sudah nolak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, keong hitam atau keong sawah sebagai bahan masakan khas Banyumas tersebut didapat Khamlani dari Pekalongan, karena di wilayah Banyumas, Purbalingga dan Cilacap keong hitam sudah tidak ditemui lagi

Untuk dapat menikmati kraca ini juga ada caranya tersendiri, yakni dengan disedot pada bagian cangkangnya atau gunakan tusuk gigi untuk dapat mengambil daging yang melekat pada cangkangnya. Bagi yang belum pernah mencoba mungkin akan merasa jijik. Tapi sensasi rasanya pasti akan membuat ketagihan.

Sumber: detikcom. Diolah.

Divanka Alci Egarini – H1D018023

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed