by

SEJARAH TEMPE DI DESA PLIKEN, BANYUMAS, JAWA TENGAH

NGAPAKUY– Desa Pliken, berbatasan dengan Desa Kramat yang terletak di Kecamatan kembaran, Banyumas. Desa ini dikenal sebagai penghasil tempe terbesar di Banyumas, untuk hasil produksi dikirm ke berbagai daerah di jawa tengah. Daerah Banyumas dan sekitarnya merupakan salah satu daerah yang notabene nya memiliki tradisi makan tempe cukup kental.

Kata “ Tempe” berasal dari Bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus Bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe diperkenalkan oleh orang Tionghoa. Teknik Pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran Masyrakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh Tanah Air. Makanan tradisional ini memang cukup popular dan dikenal berabad-abad yang lalu, terutama pada tatanan budaya masyarakat Jawa, khususnya di Surakata dan Yogyakarta.

Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, Tawanan perang diberi makan tempe untuk menghindari disentri dan busung lapar. Pada tahun 1940-an sampai 1960-an menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia 2 berhasil selamat karena tempe. Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia.

Sekarang tempe telah mendunia, diproduksi di banyak tempat di dunia tidah hanya di Indonesia seperti sejumlah negara Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.

DIVA KURNIA ACHMADI / H1D017021

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed