by

Fintech : Sahabat UMKM

Ngapakuy.com – Perkembangan teknologi saat ini semakin canggih, cepat, dan mumpuni. Salah satunya adalah bidang layanan keuangan, dengan kecanggihan teknologi dijadikan sebagai sarana penyaluran transaksi keuangan atau yang biasa disebut financial technology (fintech).

Menurut Bank Indonesia, financial technology/fintech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja.

Perkembangan FinTech

Di era industri 4.0 dimana teknologi merupakan suatu kebutuhan, fintech bukanlah istilah asing di kalangan masyarakat. Bahkan tanpa sadar di dalam ponsel kita sudah terpasang aplikasi yang menyediakan layanan tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa jumlah borrower pada fintech lending sudah mencapai 38 juta per 31 Oktober 2020. Selain itu, pengguna layanan ini pun berasal dari berbagai kalangan. Anda dapat mengunduhnya disini : Link.

Data Penyelenggara dan Pengguna Fintech Lending

Dalam penelitian DailySocial Research bertajuk “Evolving Landscape of Fintech Lending in Indonesia” menyebutkan bahwa peminjam fintech pendanaan didominasi oleh pelaku UMKM online dan offline. Pada fintech pendanaan klaster Syariah sebesar 70 persen UMKM online, klaster Produktif sebesar 42 persen UMKM offline dan klaster Konsumtif sebesar 64,1 persen UMKM offline. Selengkapnya anda bisa akses disini : Link.

Manfaat bagi UMKM

Salah satu contoh Fintech dalam UMKM

Salah satu pengguna layanan fintech adalah para penyelenggara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Layanan ini dapat dimanfaatkan sebagai metode pembayaran yang sangat mudah dan cepat.  Hal yang sama dikemukakan oleh seorang pedagang yang telah menggunakan layanan ini.

“Kita itu tinggal scan id card atau barcode. Kita nggak perlu susah-susah nyari uang kembalian. Langsung scan udah beres”

Pak Tum (Pedagang UMKM)

UMKM berkolaborasi dengan FinTech

Selain Pak Tum, ada juga pedagang UMKM lain yang merasakan perubahan setelah adanya fintech. Beliau adalah Pak Sunarno yang kesehariannya berjualan es kelapa muda.

“Tanpa terasa, rekening kita ada. Tadinya kalau kita mau nabung harus nabung dulu. Tapi dengan adanya layanan fintech, rekening kita akan terisi secara otomatis”

Pak Sunarno (Pedagang UMKM)

Kemudahan mengakses berbagai jenis layanan keuangan

Fintech dapat memberikan kemudahaan akses layanan hanya dengan sebuah aplikasi mobile dari bank maupun dari koperasi simpan pinjam. Melalui fitur-fitur yang disediakan pun sangat banyak, mulai dari uang seluler dan dompet elektronik, pinjaman peer-to-peer (P2P) lending hingga teknologi regulasi layaknya tanda tangan digital.

Jangkauan luas

Menurut dari banyak UMKM bahwa area domisili bukan lagi menjadi alasan untuk sulit mendapatkan akses keuangan. Dengan sebuah ponsel dan akses internet kita sudah dapat mengaksesnya. Semua aktivitasnya berbasis online. Tidak perlu datang ke kantor layanan dan sebagainya.

Membuka akses pembiayaan usaha yang lebih mudah dan cepat

Dari data hasil survei rata-rata akses pembiayaan untuk UMKM kurang dari 4 hari sudah mendapatkan pencairan dananya. Hal tersebut dapat membantu UMKM dalam hal permodalan. Tingkat bunga dan biaya yang diterapkan kompetitif berdasarkan analisis risiko kredit modern sehingga prosesnya relatif lebih mudah dan cepat. Sehingga UMKM yang sedang berkembang bisa sangat terbantu untuk menjalankan kegiatan operasional bisnisnya hingga menjadi entitas yang berdaya.

Dari beberapa pernyataan di atas menunjukkan bahwa layanan fintech sangat membantu para pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya. Dengan begitu akan membuka harapan bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan usahanya dengan menerapkan fintech untuk mempermudah usahanya. Jika kita menaruh perhatian lebih untuk mengembangkan layanan fintech, maka hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Referensi

  • Jurnal Peran Fintech dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) : Link
  • Fintech menurut Bank Indonesia : Link

~ Nur Shifa Dani (H1D020004)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed