by

Penerapan Artificial Intelligence (AI) Untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI) untuk penanganan COVID-19. (Freepik)

Penulis : Susi Setianingsih (H1D020044)

ngapakuy.com – Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang begitu cepat, sangat berdampak pada semakin meningkatnya resiko masyarakat terpapar COVID-19. Banyaknya variasi gejala yang ditimbulkan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2 mengakibatkan sulitnya dalam deteksi dini pasien. Hal inilah yang dapat memperluas penyebaran virus corona tanpa disadari.

Sebagai upaya dalam menghadapi virus SARS-CoV-2 ini, beberapa instansi di Indonesia telah berusaha untuk mengembangkan berbagai inovasi yang terbaik. Salah satunya dengan mendayagunakan Artificial Intelligent (AI). Menurut Lin dari School of Medicine, National University of Singapore, dalam Journal of Medical Internet Research (2020) menyatakan bahwa AI berpotensi untuk meningkatkan upaya manusia dalam penanganan jumlah tinggi pasien COVID-19.

Penelitian yang dilakukan oleh Task Force Riset dan Inovasi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC-19) melalui Sub-tim AI telah menghasilkan sistem citra medik berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu deteksi COVID-19 di Indonesia. Sistem ini memanfaatkan data X-ray dan CT-scan dari pasien positif dan negatif COVID-19 untuk membangun model AI yang dapat digunakan dalam deteksi dini pasien. Hasil pemeriksaan dengan sistem ini bisa didapatkan hanya dalam waktu 2-3 menit. Hal ini tentu saja sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga medis dalam memerangi pandemi.

Selain itu, Universitas Indonesia melalui tim riset AIRA (Artificial Intelligence for Radiological Applications) dibawah arahan Prof. Dr. Djarwani S. Soejoko, FIOMP, dan Prawito, Ph.D. telah mengembangkan alat bernama DSS-CovIDNet. DSS-CovIDNet adalah sebuah alat bantu prediksi kasus pneumonia akibat COVID-19 dengan menggunakan program berbasis Artificial Intelligence (AI) deep-learning. Dengan menggunakan konsep Convolutional Neural Network (CNN), alat ini mampu melakukan klasifikasi citra rontgen dada ke dalam tiga kelompok yaitu pneumonia COVID-19, pneumonia non-COVID-19, dan paru-paru normal dengan akurasi mencapai 98,44%.

Itulah beberapa contoh penerapan teknologi Artificial Intelligent (AI) untuk penanganan COVID-19 di Indonesia. Walaupun penggunaan AI di bidang kedokteran masih jarang di Indonesia, penelitian mengenai pemanfaatan AI untuk membantu produktifitas tenaga medis masih terus dikembangkan.

sumber : NCBI, BPPT, Universitas Indonesia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed